Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Si Unyil - illustration artbook


Si Unyil - illustration artbook

Karya oleh Maratu Hanifa


“Illustration artbook of si Unyil” merupakan karya proyek individu pameran DKV UNS angkatan 2014. Berupa kumpulan ilustrasi karakter serta kegiatan yang mengangkat tema dari sebuah film serial anak Indonesia yaitu si Unyil.

Si unyil merupakan bentuk wayang boneka yang diciptakan oleh Drs.Suyadi atau dikenal sebagai tokoh pak Raden dalam film serial ini. Menceritakan tentang bocah ibukota yang senang berpetualang bersama teman-temannya.



Alasan creator mengambil konsep ini sebagai karya pameran adalah ingin menghidupkan dan mempopulerkan kembali tokoh si Unyil berupa buku kumpulan illustrasi menarik dengan gaya dan style yang berbeda yaitu 2D semi-realism. Dengan merubah beberapa unsur, seperti property & style yang dibuat menjadi lebih modern myenyesuaikan gaya anak muda masa kini. Selain itu disetiap ilustrasi akan diselipkan kata-kata mutiara yang terinspirasi dari Pak Raden yang bertujuan untuk memberi motivasi kepada penonton.

GULI


GULI

Karya oleh
evi nilasari @dareriyu
titis dwi kusuma @headphoner12
maratu hanifa @Nippswg08


Permainan kelereng merupakan salah satu permainan tradisional yang dulu sangat digemari oleh kalangan anak-anak hingga remaja. Namun di zaman modern seperti sekarang, perkembangan teknologi yang meningkat drastis serta keberadaan game software yang lebih diminati membuat eksistensi permainan tradisional mulai menghilang, terutama permainan kelereng yang sudah dianggap tak menarik lagi di mata masyarakat saat ini. Untuk mengenalkan kembali sekaligus membangkitkan kenangan yang hilang akan permainan tersebut, maka tercetus sebuah ide yang disalurkan dalam bidang karya tulis menulis dan ilustrasi menarik.

Karya tulis yang dimaksud adalah sebuah novel yang sedang digemari dari kalangan anak muda. Pemilihan konsep novel ini disebabkan mulai banyaknya minat masyarakat akan industri kreatif dalam bidang penerbitan dan percetakan di Indonesia sebagai hasil antusiasme Light Novel dan Manga dari Jepang serta Western Comic dari Amerika dan Eropa yang sebelumnya lebih dulu terkenal di tanah air.


Konsep 

Menyesuaikan dengan tema pameran ”When Traditional Culture Meet Modern Design”, karya ini akan mengadaptasi bentuk permainan kelereng khas daerah Ketapang, Kalimantan Barat. Dikemas dalam bentuk cerita novel dan ilustrasi masa kini, diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk kembali melihat permainan tradisional ini, namun dengan konsep dan aturan permainan yang di modernisasi.

Karya ini diberi nama “Guli”, penyebutan permainan kelereng di Ketapang yang dipengaruhi kebudayaan melayu. Berceritakan tentang Randa, gadis yang sangat menyukai permainan kelereng. Tapi karena kemampuannya yang di bawah rata-rata dan juga stigma permainan yang tak cocok untuk perempuan membuatnya diremehkan oleh pemain lain. Walaupun begitu, ia tak menyerah begitu saja dengan kecintaannya terhadap permainan itu. Ia nekad mendaftarkan diri mengikuti kompetisi nasional elit “Guli” yang diadakan setahun sekali tersebut. Namun ia tidak pernah menyangka ia dipasangkan dengan seorang pemuda dingin bernama Tian yang ternyata merupakan salah satu pemain jajaran ranking tinggi. Mereka berdua pun berkomitmen untuk menjadi juara sekaligus mengalahkan “Tangan Pengendali”, para pemain rangking 10 besar senasional.



Sinopsis tersebut nantinya akan dikembangkan lagi menjadi sebuah novel dan disisipkan pula beberapa ilustrasi di beberapa bagian penting untuk membantu visualisasi tokoh serta adegan-adegan yang sulit dijelaskan oleh kalimat.

Cerita Rakyat Asal Usul Bunga Teratai



Cerita Rakyat Asal Usul Bunga Teratai 

Karya Oleh Nurul Hidayat
ig nrlhidayt

Merupakan sebuah cerita bergambar diambil dari sebuah mitos yang terdapat didalam kehidupan masyarakat Jawa Tengah yang menceritakan tentang asal muasal adanya bunga teratai. 

Dahulu kala ditepi gunung ada Raja yang arif dan bijaksana serta perhatian kepada rakyatnya. Raja itu memimpin kerajaan disana. Raja itu bernama Raja Ranubanu, beliau memiliki putri yang amat cantik yang bernama Dewi Arum. Sang putri memiliki kebiasaan mandi serta senang sekali bermain air. bersambung...

Art of Radyapustaka


Art of Radyapustaka

Karya oleh Mufid Islam


Ide karya ini muncul ketika seringnya saya berkunjung ke museum-museum yang ada di Kota Surakarta, Karena saya sebagai anak muda sendiri sangat kurang dalam pemahaman tentang budaya Indonesia khusunya budaya dari daerahnya sendiri sehingga saya ingin mempelajari lebih lanjut namun di museum-museum yang ada di Surakarta menurut saya kurang dalam sosialisasi serta perbaikan fasilitas yang ada sehingga museum-museum tersebut sangat sepi dan pengunjungnya bisa dihitung dengan jari kebanyakan adalah dari wisatawan dalam maupun luar negeri saja sangat jarang kita temukan ada anak muda yang berkunjung ke museum-museum di Surakarta. 




Museum yang akan saya jadikan sample adalah museum Radya Pustaka,Pada tahap awal ini saya akan membuat catalog tentang museum Radya Pustaka karena ketika saya sering berkunjung kesana dari pihak museum tidak menyediakan catalog sehingga kita di sana hanya melihat-lihat serta membaca penjelasan seadanya yang tertempel pada etalase kaca. Selain catalog ini berfungsi sebagai pemandu dalam pembelajaran saat kita disana catalog ini juga dapat dijadikan sebagai oleh-oleh karena konten yang dibuat dalam catalog ini bukan sekedar foto tetapi manual painting sehingga lebih menarik dan terdapat nilai estetika lebih dalam catalog ini.

Mungkin pada ide karya ini tidak akan berdampak banyak tetapi paling tidak saya sudah peduli untuk masa depan. Pada ide karya ini juga saya berharap tidak berhenti disini saja tetapi akan terus berkembang ke tahap-tahap berikutnya yang lebih kompleks dan besar karena untuk membangkitkan gairah belajar kebudayaan pada generasi muda saya tidak akan bisa melakukanya sendiri. Mungkin nanti kedepanya ada banyak anak muda dengan kreativitasnya yang akan mampu membangun museum yang ada menjadi lebih menarik dan mengedukasi untuk generasi selanjutnya.

Salam Budaya !

Roro Jonggrang



Roro Jonggrang

karya oleh Maikel Sahuleka, Zulfikar Ali, Jusup Agung



Latar Belakang Masalah

Masalah yang diangkat berkaitan dengan tema pameran kali ini yakni “When Traditional meet with Modern” adalah dimana masyarakat Indonesia pada umumnya khususnya remaja dan anak mudanya tidak lagi mengetahui cerita tradisional, cerita rakyat ataupun dongeng dari negeri mereka sendiri. Dari latar belakang tersebut kami mencoba membuat suatu media pembelajaran interaktif mengenai salah satu cerita rakyat Indonesia yakni legenda Roro Jonggrang yang merupakan mitos asal-muasal candi Prambanan menggunakan media Visual Novel.


Konsep Karya

Kami memilih media Visual Novel dikarenakan media visual novel banyak digandrungi di dunia internasional (terlepas dari negara Jepang yang mempopulerkan media tersebut) dan juga sedang berkembang di Indonesia, disamping ingin memperkenalkan lagi genre Visual Novel kepada masyarakat umum juga sebagai media yang jarang digunakan sebagai media (sarana) penyampaian cerita rakyat. Dari segi cerita sendiri kami melakukan improvisasi dengan menambahkan berbagai elemen cerita agar memperkaya cerita yang sudah ada namun tetap berpegang pada sumbu/poros utama dalam cerita yang kami angkat. Cerita ini kami bagi menjadi dua babak besar yang ditandai dengan sudut pandang karakter dominan, dimana di babak pertama yang didominasi oleh Bandung, mulai dari pertarungannya dengan Prabu Boko hingga pertemuannya dengan Roro Jonggrang sendiri. Pada babak kedua sudut pandang karakter akan beralih pada Roro Jonggrang yang diperlihatkan mengalami pergolakan batin kepada Bandung yang telah membunuh ayahnya Prabu Boko.

MACAPAT - lika liku laku


MACAPAT - lika liku laku

karya oleh Gafi Prajanti
ig gapiprajantiw


Di zaman yang semakin modern ini, keberadaan Tembang Macapat sebagai salah satu peninggalan budaya Jawa tidak banyak diketahui masyarakat, bahkan oleh masyarakat Jawa itu sendiri. Padahal banyak nilai-nilai yang dapat kita petik dari kesebelas Tembang Macapat yang dapat diterapkan dalam kehidupan kita.