Tampilkan postingan dengan label Branding. Tampilkan semua postingan

Daha Cendekia - Branding



Daha Cendekia - Branding

Karya oleh Muhamad Ruly Rilyanto
ig rulyrilyant


Daha Cendekia adalah yayasan yang pengurus hariannya berasal dari mahasiswa Kediri yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di indonesia maupun di luar negeri. Anggota dari Daha Cendekia itu sendiri adalah mahasiswa Kediri baik yang berasal dari Kabupaten Kediri maupun Kota Kediri atau yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Kediri. Selain itu, Daha Cendikia juga dapat menjadi wadah berkumpulnya komunitas atau ikatan mahasiswa kediri sekaligus tempat berintregasi para anak muda.

Tujuan dibentuk Daha Cendekia adalah untuk menyatukan komunitas dan ikatan mahasiswa kediri yang ada di indonesia dan di luar negeri, baik dari mahasiswa dengan mahasiswa, ikatan mahasiswa dengan ikatan mahasiswa, dan mahasiswa dengan ikatan mahasiswa kediri. Melibatkan mahasiswa dalam usaha pengembangan wilayah, dan juga merupakan tanggung jawab moral mahasiswa sebagai timbal balik kepada daerah asal. Menyetarakan informasi, ilmu dan pengalaman yang didapat mahasiswa saat menempuh pendidikan tinggi di berbagai kampus untu dibagikan kepada masyarakat.

Dari ringkasan tersebut dan hasil riset terkait masalah serta kemungkinan yang akan dicapai dapat dibentuk strategi branding desain yang sesuai dengan Daha Cendekia. Identitas utama branding desain Daha Cendekia yaitu logo. Bentuk keseluruhan logo mengambil dari bentuk rantai yang menggambarkan bahwa Daha Cendekia berfungsi sebagai wadah penyambung tali persaudaraan antar mahasiswa kediri, baik kabupaten maupun kota yang menjalani studi maupun telah menuntaskan studi di luar maupun di dalam kediri. Dua bentuk persegi berwarna kuning melambangkan identitas makanan khas kediri yaitu tahu kuning. Bentuk persegi melambangkan soliditas, kesetaraan, keakraban dan kestabilan. sifat khas dari tahu kuning yang dikenal sebagai ikon kediri diharapkan dapat menjadi cerminan bagi insan cendekia kediri agar dapat membawa nama kediri menjadi lebih dikenal masyarakat luas. Bentuk logo yang dimiringkan ke kanan memiliki arti agar selalu bergerak maju menatap masa depan demi kediri yang lebih baik. Warna, merah melambangkan insan yang mandiri, aspiratif, dan memiliki semangat juang yang tinggi. Biru melambagkan rasa percaya dari masyarakat kediri terhadap para insan cendekia. Kuning melambangkan kehangatan bagi setiap insan cendekia kediri.

Konsep visual yang diangkat yaitu modern minimalis. Menggunakan elemen-elemen bidang simetris seperti persegi, segitiga, dan trapesium yang dibentuk dan disusun sedemikian rupa hingga dapat mencitrakan visual yang sederhana namun efektif dalam menyampaikan strategi brand Daha Cendekia. Penggunaan warna dominan namun tak terbatas pada kombinasi putih, merah, biru dan kuning diharapkan dapat menegaskan brand image sesuai filosofi warna yang telah disebutkan.

Implementasi strategi banding diterapkan pada desain web, aplikasi mobile, alat tulis, dll. Desain web dan aplikasi menerapkan konsep visual modern minimalis sesuai yang telah disebutkan dan dibuat interaktif agar mudah dimengerti. Desain web dan aplikasi dibuat terintegrasi agar dapat memberikan pengalaman tentang strategi branding yang mendalam kepada target audiens. Penerapan konsep identitas visual pada alat tulis dan perlengkapan lainnya diharapkan dapat meningkatkan perhatian, pengakuan dan persepsi merek bagi target audiens.

Justmine Greeting Card


Justmine Greeting Card

Karya oleh Muhamad Ruly Rilyanto
ig rulyrilyant

Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Melati merupakan genus dari semak dan tanaman merambat dalam keluarga zaitun (Oleaceae). Terdiri dari sekitar 200 spesies tumbuhan asli daerah beriklim tropis dan hangat dari Eurasia, Australasia dan Oseania. Melati secara luas dibudidayakan untuk aroma khas bunga mereka. Di Indonesia, salah satu jenis melati dijadikan sebagai "puspa bangsa" atau simbol nasional yaitu melati putih (Jasminum sambac), karena bunga ini melambangkan kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini. 

Bunga ini merupakan suatu keharusan hiasan rambut pengantin dalam upacara perkawinan berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa dan Sunda. Jenis lain yang juga populer adalah melati gambir (J. officinale). Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali), Meulu atau Riwat (Aceh)[1], Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor), Melati Salam (UMI), Malete (Madura) serta Beruq-beruq(Mandar).

Kartu ucapan secara konvensional berupa selembar kartu dalam berbagai macam ukuran, dibuat dari kertas tebal atau karton dan memiliki gambar sesuai tema kartu. Kartu biasanya dilipat dua dengan bagian dalam berisi ucapan selamat atau pesan yang ditujukan kepada penerima.

Kartu ucapan biasanya dikirimkan atau diberikan pada kesempatan khusus, seperti hari ulang tahun, Idul Fitri, pernikahan, Natal, dan Hari Valentine. Kartu ucapan juga sering digunakan untuk menulis pesan bernada humor, persahabatan, cinta, simpati, atau sekadar mengucapkan terima kasih. Karangan bunga, parsel, atau kado juga sering disertai selembar kartu ucapan.

Kartu ucapan elektronik (atau e-cards) serupa dengan kartu pos atau kartu ucapan, hanya saja dibuat dengan media digital bukan dengan kertas atau bahan tradisional lainnya. Kartu ucapan elektronik biasanya tersedia dalam berbagai situs Internet, yang mana dengan mudah bisa dikirim ke penerima, lazimnya melalui e-mail. Kartu ucapan elektronik yang berisi konten digital membuat mereka lebih serba guna daripada kartu ucapan tradisional. Sebagai contoh, tak seperti kartu ucapan tradisional, kartu ucapan elektronik dengan mudah dapat dikirim ke banyak orang pada saat yang sama atau dapat dibuat lebih personal oleh pengirim. Bahkan kartu ucapan elektronik dimungkinkan untuk disimpan pada komputer atau perlengkapan elektronik lain atau dilihat pada perangkat televisi.

Dari latar belakang tersebut terbentuk sebuah pemikiran untuk membangkitkan kembali kepopuleran surat-menyurat menggunakan kartu ucapan tradisional. Dengan menggunakan elemen visual bunga melati dan penggunaan kartu ucapan sebagai media desain diharapakan dapat membangkitkan memori terhadap budaya yang telah menjadi tradisi dalam kehidupan masyarakat Indonesia maupun internasional. Penggunaan desain seni pop up dan media elektronik bertujuan agar konsep-konsep tradisional tersebut dapat melebur dengan dunia modern sehingga dapat diminati oleh masyarakat saat ini dan masa mendatang.

Elemen-elemen seperti bunga, kuncup, daun, maupun elemen lainnya dibuat dinamis dan dapat dirubah bentuk, skala, rotasi, maupun tempat. Penggunaan elemen-elemen visual tersebut ditata sedemikian rupa sesuai dengan media yang digunakan hingga terbentuk citra visual yang estetis dan sesuai dengan tujuan dan keinginan di mata audiens. Desain visual ini diharapkan dapat diimplementaskan pada berbagai media, bidang, barang, benda, ataupun produk.

Seiring berkembangnya teknologi, komunikasi dan berinteraksi dengan orang menjadi lebih mudah. Dengan adanya media sosial seperti Instagram dan Facebook sangat bermanfaat untuk menunjukkan ekspresi orang. Untuk itu kartu ucapan ini diimplementasikan pada media sosial populer untuk memberikan cara baru orang dalam menyampaikan ekspresi dan berinteraksi dengan orang lain.

SWEGER


SWEGER

Karya Oleh Runi Ayu Sumantri
ig runiayus


Kenapa sih harus SWEGER? 
.
Karena banyak anak-anak zaman sekarang, kalo apa-apa
sakit dikit minumnya obat warung (yang notabene langsung
menyembuhkan tapi dosisnya tinggi gitu). Pernah nggak sih
kayak kepikiran, kenapa orang-orang zaman dulu itu 
sehat-sehat? Contohlah di Jogja banyak nenek-nenek
masih dagang di pasar, ngangkut-ngangkut barang,
dan aktivitas lainnya. 
Nah rahasianya, orang-orang dulu itu mereka 
belum tau obat dan dokter masih jarang, sehingga
mereka minum ramuan herbal. Dan terbukti
ramuan herbal lebih menyehatkan ketimbang
minum obat dari dokter. 


Nah sekarang ini, bagaimana cara
untuk menyadarkan
generasi-generasi muda
agar hidup lebih sehat dengan
minuman herbal?


Jawabannya ada di minuman herbal SWEGER satu ini

Blesure


Blesure

Karya Oleh Nurina Amalia
ig l___ia


Apa itu Blesure?

Soyblesure merupakan sebuah brand dimana nama tersebut merupakan kepanjangan dari geBLEk khaS pUrwoREjo. Kami menyajikan salah satu makanan khas Kabupaten Purworejo. Tentunya, Soyblesure cocok bagi Anda penikmat makanan tradisional yang menginginkan tempat bersih dan sejuk. Produk unggulan kami salah satunya makanan geblek bumbu kacang. Tersedia juga menu lain seperti clorot, kue lompong, lanting, dawet, dan berbagai macam minuman. Dapatkan free es teh maupun air putih khusus makan di tempat.


Siapa saja yang dapat menikmatinya?

Soyblesure menghadirkan sensasi berkelas dalam mengonsumsi makanan tradisional bagi masyarakat Indonesia maupun turis. Soyblesure cocok bagi kalangan remaja hingga orang dewasa metropolitan, khususnya penyuka cita rasa pedas. Kami telah hadir di sejumlah mall di Kota Solo, Jogja, dan Semarang. 


Apa sih geblek itu? 

Geblek yang dibuat oleh Soyblesure berbahan dasar tepung tapioka atau kanji. Sebenarnya geblek ini hampir sama seperti Cireng dari Jawa Barat. Hanya saja beda komposisi bahan dan geblek berbentuk angka 8. Lebih enak bila disajikan dengan bumbu kacang. Soyblesure menyediakan berbagai tingkat kepedasan khusus untuk Anda.